Berita

Warga Dongkol Banyak Pungli dan Parkir Liar di Kawasan Pendidikan Cikokol

Warga Dongkol Banyak Pungli Dan Parkir Liar Di Kawasan Pendidikan Cikokol
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

TANGERANG, WARTAKOTALIVE.COM – Kondisi parkir di Kawasan Pendidikan Cikokol, Kota Tangerang begitu memprihatinkan.

Warga pun dongkol dengan permasalahan ini yang telah terjadi berlarut – larut.
Bahkan di lokasi tersebut marak pungutan liar (pungli) parkir.

Hal tersebut diungkapkan oleh Arman (33) warga asal Kunciran, Kota Tangerang.

Padahal di kawasan pendidikan ini banyak terdapat sekolah – sekolah. Dan juga bangunan perkantoran.

“Bingung kalau lewat sama parkir, dimintain duit Rp. 2.000,” ujar Arman kepada Warta Kota, Selasa (16/7/2019). Ia menyebut bahkan dirinya sempat dipaksa untuk membayarnya.

Arman pun terpaksa merogoh kantongnya untuk memberikan uang kepada orang itu. “Dikasih aja uangnya, enggak mau ribet juga. Habisnya bingung mau parkir di mana ramai banget,” ucapnya.

Pantauan Warta Kota di lokasi, sejumlah orang mengenakan seragam berwarna putih keabu – abuan berjaga di depan jalan masuk Kawasan Pendidikan Cikokol.
Mereka sudah menyediakan berlembar – lembar kertas untuk ditukarkan dengan uang kepada para pengendara yang masuk.

Ada juga beberapa orang yang mengenakan pakaian bebas menjaga area parkir liar ini. Bahkan parkir liar menyebabkan kemacetan serta keruwetan lalu lintas. “Lewatnya susah banyak parkir yang sembarangan.

Sudah dikasih uang parkir juga tapi enggak mau tanggung jawab sampai macet seperti ini,” kata Ahmad (31) satu dari pengemudi yang melintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar menerangkan bahwa untuk pengelolaan parkir kewenangannya ada di PT TNG. PT TNG merupakan satu dari BUMD yang ada di Kota Tangerang.

“Pengelolaan parkir kewenangan PT TNG. Tapi kalau butuh statment selengkapnya saya berikan, saat ini sedang dirapatkan dulu,” ungkap Wahyudi.

Praktik pungutan liar parkir marak terjadi di Kota Tangerang. Pemerintahan Kota Tangerang dianggap tak becus untuk mengurusi masalah ini.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Koordinator Divisi Monitoring Kebijakan Publik TRUTH, Ahmad Priatna.

Ia menjelaskan permasalahan tersebut bahkan terjadi di objek – objek vital.

“Seperti di pusat pendidikan Kota Tangerang, tepatnya di sepanjang jalan kantor BPJS Kesehatan Cikokol dan di sekitaran Masjid Al-Adzom kawasan Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang,” ujar Ahmad kepada Warta Kota, Minggu (14/7/2019).

Menurutnya, Pemkot Tangerang terkesan mengabaikan masalah ini. Padahal sama-seperti diketahui bahwa area tersebut merupakan kawasan sentral yang sering diakses oleh masyarakat.

“Dan juga merupakan kawasan Pusat Pemerintahan. Jadi dirasa tidak mungkin Pemkot Tangerang tidak tau permasalahan itu,” ucapnya.

“Kami menduga ada oknum pejabat yang terlibat bermain dalam praktik tersebut demi mengeruk keuntungan pribadi.

Sebab praktik tersebut sudah berlangsung lama,” kata Ahmad.

Ahmad menyebut seharusnya langkah tegas dapat dilakukan oleh Pemkot Tangerang untuk menertibkan kawasan tersebut.

Sebab praktik tersebut meresahkan dan juga merupakan praktik ilegal dan tidak dibenarkan secara aturan.

“Sudah sepatutnya Dinas Perhubungan Kota Tangerang harus mengambil inisiatif untuk melarang segala bentuk pungutan liar yang terjadi.

Dan bekerja sama dengan Satpol PP setempat untuk menertibkan oknum – oknum yang melakukan praktik pungli parkir,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah harus mengambil langkah strategis agar dapat mencegah terjadinya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari parkir.

Parkir liar tersebut bisa dijadikan retribusi daerah sebagaimana diatur dalam Perda Kota Tangerang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Retribusi jasa umum Pasal 19 sampai Pasal 21.

“Bisa dibayangkan jika semua parkir ilegal ditertibkan, sudah pasti dapat menutupi kebocoran PAD di samping memberantas penyakit masyarakat yaitu pungli.
Tinggal menunggu komitmen dan keberanian dari Wali Kota yang sampai saat ini kami pertanyakan,” paparnya. (dik)

Sumber : wartakota.tribunnews.com

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel