Berita

Tim Saber Pungli Polres Cimahi Masih Menyelidiki Kasus Pungli di SMPN 3 Ngamprah

Tim Saber Pungli Polres Cimahi Masih Menyelidiki Kasus Pungli Di Smpn 3 Ngamprah
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI – Tim Saber Pungli Polres Cimahi membenarkan saat ini tengah menangani kasus dugaan praktik pungutan liar (Pungli) yang dilakukan Kepala SMPN 3 Ngamprah berinisial ME dan Komite Sekolah berinisial AB.

Dugaan pungli tersebut digunakan untuk keperluan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Dalam dugaan pungli ini pihak sekolah menarik iuran Rp 150 ribu per siswa untuk membeli sejumlah unit komputer dan pungutan uang pemantapan Rp 385 ribu.

Kepala Seksi Pengawasan (Kasiwas) Saber Pungli Polres Cimahi, Ipda Ahmad, mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan termasuk memeriksa kepala SMPN 3 Ngamprah dan komite sekolahnya.

“Iya kami mendapat pelimpahan, saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Jumat (21/6/2019).

Atas hal tersebut, kata dia, hingga saat ini belum ada status hukum terhadap terduga pelaku karena saat ini tim Saber Pungli Polres Cimahi masih melakukan pemeriksaan dari berbagai aspeknya.

“Kami baru meminta klarifikasi, jadi kami belum bisa menyampaikan lebih jauh terkait kasus ini,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Imam Santoso membenarkan adanya dugaan praktik pungutan liar di SMPN 3 Ngamprah untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tersebut.

“Memang ini dilema di dunia pendidikan, dimana pemerintah pusat mendorong UNBK namun fasilitas belum memadai,” ujarnya.

Ia mengatakan untuk fasilitas UNBK di KBB memang masih kekurangan komputer. Dari Jumlah siswa SMP sebanyak 19 ribu, baru tersedia 1000 komputer, idealnya 6500 komputer atau 1/3 dari jumlah siswa.

“Kepala sekolah dan komite sekolah telah menggelar rapat bersama orang tua siswa karena jika menumpang ke sekolah lain harus ada biaya sewa tempat dan listrik,” katanya.

Untuk saat ini, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan mengawasi perkembangan kasusnya karena setelah ditangani di provinsi saat ini kasusnya sudah dilimpahkan ke Bandung Barat.

Diberitakan Tribun Jabar sebelumnya, Tim Saber Pungli Jabar menangkap tangan seorang kepala SMP Negeri 3 Ngamprah Kabupaten Bandung Barat dan komite sekolah, karena kedapatan melakukan pungutan liar pada orang tua siswa pada Selasa (18/6).

Sumber : jabar.tribunnews.com

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel