Berita

Tiba-Tiba Harus Setor Biaya Rp 2 Juta Lebih, Orang Tua Siswa di SMKN 2 Ngawi Resah

Tiba-Tiba Harus Setor Biaya Rp 2 Juta Lebih, Orang Tua Siswa di SMKN 2 Ngawi Resah
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

NGAWITIMES – Kesulitan ekonomi yang mencekik masyarakat Kabupaten Ngawi di masa Pandemi Covid 19 diperparah dengan maraknya dugaan pungli di musim penerimaan siswa didik baru (PPDB).

Salah satunya terjadi di SMK Negeri 2 Ngawi. Para wali murid mengaku resah karena setelah mereka mendaftarkan putra putrinya ke sekolah tersebut lewat online mereka harus membayar biaya daftar ulang yang relatif besar. Angkanya beragam mulai Rp 2.200.000 hingga Rp 2.400.000.

Pihak sekolah berdalih, uang yang harus disetor para orang tua siswa tersebut merupakan biaya daftar ulang dan pembelian seragam baru.

“Anak saya mendaftar sekolah di SMKN 2 Ngawi lewat online dan alhamdulillah diterima. Setelah itu saya diminta datang ke sekolah dan disuruh membayar daftar ulang. Saya datang dengan anak saya dan diminta membayar Rp 2.400.000. Terus terang saya kaget. Karena, setahu saya, biaya pendidikan di Jawa Timur gratis seperti yang digembar-gemborkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa,” jelas salah seorang wali murid yang enggan namanya disebut.

Baca juga:  Pandemi Covid-19, Walimurid SMPN 1 Tumpang Keluhkan Pungutan Sekolah

Karena dana yang dimiliki terbatas, lanjutnya, dia hanya bisa membayar Rp 1 juta. “Kekurangannya nanti saya bayar begitu ada rezeki lagi,” jelasnya.

Fakta bahwa ada dugaan pungutan di SMK Negeri 2 Ngawi juga disampaikan salah seorang calon siswa baru yang mendaftar secara online.

Menurutnya, biaya yang dibebankan kepada para wali murid atau orang tua calon siswa memang cukup mengagetkan. Karena, tidak ada informasi sebelumnya.

“Besarannya tergantung dari jurusan yang diambil apa. Masing-masing beda. Ada yang Rp 2,4 juta, ada yang Rp 2,2 juta,” jelas salah seorang calon siswa baru SMKN 2 Ngawi.

Kebijakan SMKN 2 Ngawi memungut biaya daftar ulang dan pembelian seragam baru dalam jumlah yang relatif besar tersebut tentu mengagetkan banyak pihak.
Karena, menurut aturan yakni Permendikbud No. 44 Pasak 21 Ayat 2 berbunyi “Pelaksanaan PPDB pada Sekolah yang menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak boleh memungut biaya”.

Dan, pada Pasal 21 Ayat 3 berbunyi ”Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah tidak boleh melakukan hal-hal sebagai berikut : Melakukan pungutan dan/atau sumbangan yang terkait dengan pelaksanaan PPDB maupun perpindahan peserta didik, dan melakukan pungutan untuk membeli seragam atau buku tertentu yang dikaitkan dengan PPDB.

Baca juga:  Satgas Saber Pungli Tangkap Pungli E-KTP Dua Pegawai Jadi Tersangka

Untuk memperoleh kejelasan adanya dugaan pungli di SMKN 2 Ngawi, wartawan NgawiTIMES.com berusaha mengonfirmasinya ke Kepala SMKN 2 Ngawi Tri Yudo.

Awalnya, kami mengirim pesan lewat Whatsapp (WA) kepada kepala SMKN 2 Ngawi yang isinya menanyakan terkait dugaan pungutan yang dikeluhkan sejumlah calon wali murid.

Kami mengirimkan pesan WA kepada kepala SMKN 2 Ngawi pada Senin (6/7/2020) pukul 17.42. Namun, pesan yang kami kirim tidak direspons yang bersangkutan.

Beberapa menit kemudian kami menghubungi yang bersangkutan lewat sambungan telepon selelurnya. Namun, lagi-lagi tidak direspons. Bahkan, nomor WA wartawan NgawiTIMES.com diblokir.

Agar informasi tentang dugaan pungli di SMKN 2 Ngawi tersebut berimbang, wartawan NgawiTIMES.com datang langsung ke sekolah tersebut.

Saat kami datang ke sekolah dan berniat menemui kepala SMKN 2 Ngawi Tri Yudo pun tidak berhasil sesuai harapan.

Kami hanya ditemui sejumlah guru yang menginformasikan bahwa kepala SMKN 2 Ngawi Tri Yudo sedang ada kegiatan di luar sekolah.

“Kalau tentang biaya yang anda maksud kami tidak berwenang menyampaikan informasi apapun. Yang berhak menjawabnya adalah pak kepala sekolah. Monggo konfirmasi ke kepala sekolah saja,” ujar Bu Ana, salah seorang guru SMKN 2 Ngawi yang juga tidak berkenan menyebut namanya secara lengkap.

Baca juga:  Tidak Boleh Ada Pungli Saat Penerimaan Siswa Baru

Informasi lain yang diterima wartawan NgawiTIMES.com, biaya yang dibebankan kepada calon wali murid yang putra putrinya dinyatakan diterima lewat pendaftaran online tersebut merupakan kesepakatan dengan komite sekolah.

Bagaimana penjelasan komite SMKN 2 Ngawi terkait dugaan pungli tersebut? Simak terus beritanya hanya di NgawiTIMES.com

Sumber : jatimtimes.com

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel