Berita

Sosialisasi Pemberantasan Pungli Efektif Melalui Masjid

Sosialisasi Pemberantasan Pungli Efektif Melalui Masjid
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

JAKARTA – Sosialisasi peberantasan pungutan liar atau pungli akan efektif bila dilakukan di masjid-masjid, karena masjid menjadi tempat berkumpul para pendakwah, ibu-ibu kumpulan pengajian, dan remaja. Hal ini dinyatakan Ketua Umum Masyarakat Cinta Masjid (MCM) Indonesia, Wishnu Dewanto, di Jakarta, Kamis (17/7).

“Para pendakwah ini umumnya penceramah di masjid-masjid sehingga pesan pemberantasan pungutan liar dapat disampaikan ke segenap jamaah masjid,” jelasnya. Jamaah masjid berasal dari berbagai golongan usia, pendidikan, ekonomi, profesi sehingga pesan anti pungutan liar akan sampai ke segala lapisan masyarakat.

Ia menambahkan, para pendakwah umumnya juga ustad yang mengajar mengaji dari rumah ke rumah, dari satu keluarga ke keluarga lain. Karena itu, pesan pemberantasan pungutan liar dapat sampai ke segenap anggota keluarga dan ujungnya ke seluruh lapisan masyarakat, jelasnya.

Adapun pesan pemberantasan pungutan liar kepada ibu-ibu kelompok pengajian juga akan cepat menyebar ke lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Hal ini dikarenakan kelompok ibu-ibu lebih intens bila mendiskusikan satu masalah.

Baca juga:  Turun ke Dapil, Ima Mahdiah Terima Aduan dari KJL hingga Pungli di Kelurahan

Sementara itu remaja masjid merupakan calon kepala rumah tangga dan calon pemimpin masa depan Indonesia. Pesan pemberantasan pungutan liar sangat penting menjadi bekal mereka agar pungutan liar di Indonesia dapat ditekan hingga titik terendah.

Wishnu menambahkan, saat ini masih banyak orang yang belum tahu eksistensi Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli). “Jujur masih banyak orang yang belum tahu apa itu Satgas Saber Pungli dan apa misinya,” katanya terus terang.

Menurut Wisnu, MCM dapat berperan lebih aktif dalam mengkampanyekan apa itu Satgas Saber Pungli dan gerakan antipungli. MCM secara informal telah menjalin kerja sama dengan Satgas Saber Pungli. Kerja sama ini masih perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih mengenal Satgas Saber Pungli melalui sosialisasi lewat ceramah di masjid-masjid, jelasnya.

Wisnu berpendapat gerakan antipungli dapat dilakukan secara terus-menerus melalui masjid. “Setiap Jumat orang (pemeluk agama Islam) datang ke masjid ‘tanpa diundang’. Mereka mendengarkan ceramah tanpa ada yang menginterupsi, sehingga kampanye antipungli akan efsien dan efektif,” katanya saat mengunjungi sekretariat Satgas Saber Pungli di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Jakarta.

Baca juga:  Pencanangan Zona Integritas Eksternal Program Kota Bebas Pungli

Ia menjelaskan MCM mempunyai misi agar masyarakat cintai masjid. Agar masyarakat datang ke masjid dan menjaga lingkungan di sekitarnya supaya aman, nyaman, tenang, tertib, dan teratur.

“Kami tidak ingin masjid dijadikan tempat untuk menghasut dan menyebar kebencian satu sama lain. Melalui masiid-masjid kami ingin menyerukan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin. Rahmat bagi semua penghuni alam. Bukan untuk yang muslim saja, tapi juga untuk yang non-muslim. MCM ingin menunjukkan Islam itu toleran,” katanya menegaskan.

Wishnu melanjutkan, saat ini MCM telah membentuk kepengurusan di 24 provinsi di Indonesia. Sebagai wujud toleransi MCM, organisasi ini juga ada di Bali yang mayoritas penduduknya beragama hindu, ungkapnya.

MCM didirkandi Jakarta, akhir Desember 2018 oleh para mantan anggota remaja masjid yang kebanyakan sudah berkiprah di berbagai bidang kemasyarakatan. Organisasi ini anggotanya lintas sektor, lintas ‘aliran’, dan tidak berorientasi pada politik praktis. * (Tim Media Satgas Saber Pungli)      

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel