Berita

SMUR Desak Polisi Usut Dugaan Pungli di Pajak Inpres Lhokseumawe

SMUR Desak Polisi Usut Dugaan Pungli di Pajak Inpres Lhokseumawe
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

ACEHTREND.COM, Lhokseumawe- Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) mendesak kepolisian mengusut tuntas dugaan pungli dan praktik premanisme yang dilakukan oknum haria (petugas pengutip retribusi) di Pajak Inpres Kota Lhokseumawe. Petugas haria tersebut diduga memalak pedagang, bila tidak diberikan sejumlah uang mereka mengancam melakukan tindakan anarkis dengan menghancurkan kios pedagang.

“Kita bersama pedagang sudah melaporkan dugaan pungli dan premanisme itu pada 16 September 2019 lalu ke Polres Lhokseumawe. Namun belum ada perkembangan yang cukup sigfinikan dari pihak kepolisian,” kata Ketua SMUR Lhokseumawe, Rizqi Rahmatullah, kepada aceHTrend, Senin (7/10/2019).

Riqzi berharap pihak Polres Lhokseumawe bisa lebih profesional dalam menindaklanjuti kasus ini. Jangan sampai ada “main mata” dengan Kepala Disperindagkop terkait dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum petugas restribusi tersebut.

Sebelumnya diberitakan, puluhan pedagang Pajak Inpres dan belasan mahasiswa yang tergabung dalam SMUR Lhokseumawe melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Disperindagkop Kota Lhokseumawe pada Senin (2/9/2019) sore. Mereka mendesak dan meminta agar petugas restribusi di pasar tersebut digantikan.

Karena tuntutan itu itu dinilai tidak ada tindak lanjut, pada Senin (16/9/2019) mahasiswa dan pedagang kembali melakukan aksi di depan Kantor Wali Kota Lhokseumawe. Mereka mendesak Wali Kota dan Wakil Wali Kota menuntaskan permasalahan ini dengan tuntutan meminta agar Kepala Dinas Disperindagkop diberhentikan.[]

Sumber : acehtrend.com

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel