Berita

‘Selamat’ dari Inspektorat Maros, Camat Simbang Tidak Diperiksa Pasca OTT Pungli

‘Selamat’ dari Inspektorat Maros, Camat Simbang Tidak Diperiksa Pasca OTT Pungli
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE – Camat Simbang, Muhammad Hatta, sudah sepekan lebih menyandang status tersangka.

Hatta menyandang status tersangka, pada Jumat (30/8/2019), dalam dugaan pungutan liar pembuatan akta jual beli tanah.

Ia terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros bersama stafnya, yang bernama Sofyan, pada Rabu (28/8/2019) lalu.

Meski berstatus tersangka, Hatta diketahui belum juga ditahan oleh Kejari Maros.
Hatta masih menjalani aktivitas selaku Camat Simbang.

Bukan hanya itu, Inspektorat Kabupaten Maros diketahui belum juga memeriksa Camat Simbang tersebut.

“Camat Simbang belum kami periksa secara internal, karena saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan di kejaksaan,” kata Kepala Inspektorat Maros, Agustam, kepada tribun-maros.com, Senin (9/9/2019).

Inspektorat Maros kata dia, masih terus mengikuti perkembangan pemeriksaan, dengan berpegang pada asas praduga tak bersalah.

Meski begitu kata dia, pihaknya tetap berkoordinasi dengan penasihat hukum Camat Simbang.

“Beliau telah menunjuk penasihat hukum, yang mendampingi selama proses hukum,” tuturnya.

Sementara itu, Pjs Sekda Maros, Andi Davied Syamsuddin, tak menampik Hatta bakal mendapatkan sanksi atas ulahnya.

“Iya, tetap kami ikuti aturan dan prosedur yang ada, sebelum menjatuhkan sanksi,” ujarnya.

Terpisah, Bupati Maros, Hatta Rahman, turut menyayangkan ulah Camat Simbang tersebut.

Hatta tak menutup kemungkinan jika Camat Simbang bakal mendapatkan sanksi atas perbuatannya.

“Terkait sanksi, kami masih menunggu hasil telaah Inspektorat. Inspektorat dan

Sekda Maros sementara menelaah kasus tersebut,” kata Hatta Rahman, kepada tribun-maros.com, Rabu (4/9/2019).

Hatta mengaku, telah mengingatkan camat lainnya, agar kejadian serupa tak lagi terjadi.

Terutama dalam pengurusan akta jual beli, di setiap kecamatan.

“Ini jadi pelajaran bagi pejabat lainnya,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Camat Simbang selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS) bersama staffnya yang juga sekretaris PPATS, terjaring OTT Kejari Maros, pada Rabu (28/8/2019) lalu.

Keduanya terjaring OTT, saat seorang warga hendak menyerahkan uang yang diduga pungli, untuk pembuatan akta jual beli tanah.

Saat OTT tersebut, tim Kejari Maros turut mengamankan uang tunai sebesar Rp 10,8 juta, yang diduga pungli pembuatan akta jual beli, untuk dua objek tanah.
Bukan hanya itu, sejumlah dokumen dan rekaman CCTV di kantor tersebut turut dibawa ke Kejari Maros.

Tiga ruangan di kantor camat Simbang juga disegel.

Laporan Wartawan Tribun Timur, @amir_eksepsi

Sumber : makassar.tribunnews.com

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel