Berita

PGRI Kabupaten Karawang Bantah Pungli Kepsek SMPN 1 Cikampek

PGRI Kabupaten Karawang Bantah Pungli Kepsek SMPN 1 Cikampek
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

RMOLJabar. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karawang membantah kejadian operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim Satgas Pungli Jawa Barat di wilayahnya. Hal tersebut semestinya tidak terjadi di SMPN 1 Cikampek, Kabupaten Karawang.

“Prosedur sudah ditempuh oleh kedua belah pihak, di antaranya pihak sekolah dengan komite sekolah serta orang tua murid,” kata Ketua Umum PGRI Kabupaten Karawang, Nandang Mulyana kepada Kantor Berita RMOLJabar, Minggu (8/9).

Apabila masih ada program sekolah belum dicapai, kata Nandang, maka diatur dengan PP 44/2011 dan dipertegas dengan PP 75/2016.

“Jadi Jelas dalam kedua Peraturan Pemerintah, bila sudah disepakati sebenarnya tidak perlu ada krodit. Sehingga guru/kepala sekolah bisa terkena saber pungli,” ujarnya.

“Di sini kita perlu ada sosialisasi yang jelas supaya tidak membingungkan kreatifitas guru atau kepala sekolah dalam melaksanakan tugas membantu negara,” tegasnya.

Sebelumnya, Tim Satgas Pungli Jabar melakukan OTT terhadap praktik pungutan liar (pungli) di SMPN 1 Cikampek, Karawang, Kamis (5/9) lalu. Hasil dari operasi senyap tersebut, Tim Satgas Pungli Jabar mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp47 juta lebih.

Kepala Tim Tindak Unit II Satgas Saber Pungli Jabar AKBP Basman mengungkapkan, pihaknya menerima pengaduan dari sejumlah orang tua siswa yang merasa dirugikan dengan adanya praktik pungli.

Tim kemudian menyelidiki dan menemukan indikasi pungli di sekolah tersebut.

“Kami menemukan fakta, siswa dipungut berbagai iuran untuk program yang tidak tercantum dalam RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah),” katanya. [gan]

Sumber : rmoljabar.com

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel