Berita

Pam Swakarsa Eksis di Medan, Cegah Pungli dari OKP-Jaga Malam Lingkungan

Pam Swakarsa Eksis di Medan, Cegah Pungli dari OKP-Jaga Malam Lingkungan
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

Medan – Pam Swakarsa menjadi sorotan setelah dikeluarkannya Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa. Pam Swakarsa sendiri eksis di Medan, tepatnya di salah satu lingkungan di Medan Johor.

Ketua Pam Swakarsa Wisata Aman Medan Johor, Sutris, mengatakan pihaknya masih tetap beraktivitas saat ini. Salah satu yang dilakukan Pam Swakarsa adalah mencegah terjadinya pungli yang dilakukan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP).

“Saya buatlah dilarang pengutipan di sini bagi yang jualan-jualan. Banyak itu kan OKP yang ngutip-ngutip, saya larang,” kata Sutris, Kamis (17/9/2020).

Selain mencegah pungli, Sutris mengatakan pihaknya juga memberdayakan sejumlah anggota untuk bekerja sebagai penjaga malam di beberapa ruko. Orang-orang yang bekerja itu kemudian mendapatkan upah dari pemilik ruko setiap bulannya.

“Baru saya buatlah lapangan pekerjaan, jaga malam ruko-ruko. Mulai Simpang Karya Wisata sampai kompleks J City itu. Ya bulanannya ada dari ruko-ruko itu, tapi kami tidak patokkan, terserah mereka,” ujarnya.

Dari proses jaga malam itu, Sutris mengaku beberapa kali menangkap maling yang hendak beraksi. Setelah ditangkap, maling itu diserahkan ke polisi tanpa terlebih dahulu dikeroyok oleh warga.

Baca juga:  Oknum Petugas Desa Cinangka Diduga Pungli Pengurusan KIP

“Di sini setiap ada di sini ketangkap maling, tidak pernah babak belur, (tidak) dibakar massa. Asal sudah dibawa ke pos, aman. Jadi polisi datang tinggal bawa saja,” ucap Sutris.

Selain itu, mereka kerap menggelar acara tahunan, seperti perayaan HUT RI 17 Agustus. Perayaan ini dilakukan dengan biaya yang diberikan oleh warga sekitar.

Sutris mengaku belum tahu soal perkap yang mengatur tentang Pam Swakarsa. Dia kemudian bercerita soal anggota Pam Swakarsa di wilayahnya yang telah mendapat pelatihan hingga seragam.

“Seragam kami ada, dikasih. Pam Swakarsa itu kan semua warga di sini, tapi bajunya paling ada 20. Kemarin itu kan pelantikan, sudah beberapa tahun yang lalu, dihadiri orang Polsek dan Babinsa,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan aturan baru soal Pam Swakarsa. Aturan baru ini mengatur soal tujuan Pam Swakarsa hingga warna seragam satpam.

Peraturan Kapolri (Perkap) terbaru soal Pam Swakarsa adalah Perkap Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa. Perkap ini ditandatangani oleh Jenderal Idham Azis pada 5 Agustus 2020.

Baca juga:  Potong Gaji Tenaga Honorer hingga Rp1 Juta per Orang, Kepala UPT-PU Medan Ditahan

Berikut pengertian Pam Swakarsa menurut Perkap Nomor 4 Tahun 2020.

Pasal 1
1. Pengamanan Swakarsa yang selanjutnya disebut dengan Pam Swakarsa adalah suatu bentuk pengamanan atas kemauan, kesadaran, dan kepentingan masyarakat sendiri yang kemudian memperoleh pengukuhan dari Kepolisian negara Republik Indonesia.

Tujuan pembentukan Pam Swakarsa adalah untuk memenuhi rasa aman dan nyaman di lingkungan, mewujudkan kesadaran warga, dan meningkatkan pembinaan Pam Swakarsa itu sendiri. Tujuan pembentukan Pam Swakarsa tertera di Pasal 2 sebagai berikut.

Pasal 2
Pam Swakarsa bertujuan untuk:
a. memenuhi kebutuhan rasa aman dan nyaman di lingkungan perusahaan, kawasan dan/atau permukiman;
b. mewujudkan kesadaran warga masyarakat di lingkungan kawasan dan/atau permukiman guna penanggulangan terhadap setiap kemungkinan timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat; dan
c. meningkatkan pembinaan penyelenggara dan kemampuan Pam Swakarsa dalam mengemban fungsi kepolisian terbatas di lingkungan masing-masing.

Tugas Pam Swakarsa adalah menjaga keamanan dan ketertiban. Hal ini diatur di Pasal 3. Berikut bunyi pasalnya.

Pasal 3
1. Pam Swakarsa bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya secara swakarsa guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban
Perkap ini kemudian mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Salah satunya dari KontraS yang menyebut Pam Swakarsa memunculkan FPI yang disebutnya sebagai organisasi intoleran. Meski kemudian FPI membantah hal tersebut.

Baca juga:  Tim Saber Pungli Deliserdang Masih Dapat Hibah Rp1,5 Miliar dari Pemkab

“Pam Swakarsa akan memunculkan kelompok yang bergerak secara semena-mena, mengingat Pam Swakarsa ’98 adalah cikal bakal FPI yang dalam tindakannya tidak sedikit menunjukkan perilaku intoleran,” kata Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti dalam keterangannya.

Hadirnya Pam Swakarsa dinilai KontraS sebagai niat aparat mengembalikan situasi masa lalu, yakni situasi sarat kekerasan massa saat merekahnya fajar reformasi. Seharusnya situasi demokrasi Indonesia bisa menjadi lebih baik dan demokratis untuk saat ini. Sekarang, Pam Swakarsa sudah tidak diperlukan lagi.

(haf/haf)

Sumber : news.detik.com

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel