Berita

Operasi Patuh Toba 2019, Polisi Tak Boleh Lagi Lakukan Pungli

Operasi Patuh Toba 2019, Polisi Tak Boleh Lagi Lakukan Pungli
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

AKURAT.CO, Polda Sumatera Utara mengawali digelarnya Operasi Patuh Toba tahun 2019 terhitung sejak hari ini, Kamis (28/8/2019).

Di Mapolda Sumut, apel operasi ini digelar di lapangan KS Tubun. Ratusan personil Polisi, TNI dan Satpol PP disiagakan dan diberi arahan sebelum menjalankan tugas.
Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin memimpin gelar pasukan ini. Dalam amanat Kapolda Sumut yang ia bacakan, sejumlah poin penting ditegaskan. Salah satunya penegasan agar seluruh personil yang terlibat menghindari pungutan liar (Pungli).

“Hindari tindakan pungli dan laksanakan operasi ini dengan simpatik dan humanis 3 S yakni Sabar, Sopan Dan Senyum, sesuai Prosedural,” tegas Wakapolda.
Amanat lain kepada para petugas, agar tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan sesuai standar operasional prosedur.

“Lakukan tugas dengan baik tanpa menimbulkan Komplain dari masyarakat yang dapat menurunkan Citra Polri. Jadilah teladan dalam berlalu lintas untuk memberikan contoh yang baik dan benar kepada masyarakat,” katanya.

Wakapolda mengatakan, Operasi Patuh Toba ini akan berlangsung 14 hari, sejak hari ini hingga 11 September mendatang.

Sebanyak 8 prioritas pelanggaran akan ditindak, yakni mnggunakan telepon saat berkendara, mengemudi dalam keadaan mabuk, tidak menggunakan helm berstandar SNI, berkendara diluar batas kecepatan, melawan arus saat mengemudi, mengemudi di bawah umur.

“Tidak menggunakan sabuk pengamanan atau safety belt saat mengemudi dan menggunakan lampu totator atau strobo,” kata Wakapolda.Sebelumnya dikatakan, permasalahan bidang lalu lintas di Sumut berkembang dengan cepat dan dinamis, akibat meningkatnya jumlah kendaraan dan populasi masyarakat yang tidak sebanding dengan dengan perkembangan jumlah dan pembangunan infrastruktur jalan yang ada.

Di samping Itu, kata dia, perkembangan transportasi telah menginjak era digital, dimana operasional order angkutan publik sudah didominasi penggunaan telepon pintar.

“Modernisasi ini perlu diikuti dengan Inovasi dan kinerja Polri Khususnya Polantas, sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi tersebut,” katanya.

Sementara itu disebutkan, dari data operasi patuh toba 2018 lalu, jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 72 kejadian atau mengalami trend penurunan 18,18 persen dengan selisih 16 kejadian, dibandingkan dengan operasi patuh toba 2017 sebanyak 88 kejadian.

Jumlah korban meninggal dunia pada operasi patuh tahun 2018 sebanyak 34 orang, mengalami trend peningkatan 6,25 persen dengan selisih 2 orang, dibandingkan dengan operasi patuh toba 2017 sebanyak 32 orang.

Jumlah korban luka berat pada operasi patuh toba 2018 sebanyak 27 orang, mengalami trend peningkatan 28,57 persen dengan selisih 6 orang, dibanding operasi patuh toba 2017 yaitu 21 orang.

Berlanjut jumlah kerugian materil pada operasi patuh toba 2018 sebesar Rp385.450.000 dan mengalami trend kenaikan 88,71 persen dengan selisih Rp181.200.000, dibandingkan dengan kerugian materil pada operasi patuh toba 2017 sebesar Rp204.250.000.

Jumlah pelanggaran lalu lintas pada operasi patuh toba 2018 berupa tilang dan teguran sebanyak 43.210 mengalami trend kenaikan 58,17 persen dengan selisih 15.891, dibandingkan dengan pelanggaran lalu lintas pada operasi patuh toba tahun 2017 tilang dan teguran sebanyak 27.319.

Secara umum, kata Wakapolda, dari hasil analisa dan evaluasi tersebut, bahwa dominasi pelanggaran yang terjadi adalah pelanggaran kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan Safety Belt tidak menggunakan helm Sni, dan pelanggaran terhadap rambu-rambu dan marka jalan.

“Maka dari itu, Operasi ini mengedepankan tindakan preventif dan represif yang diharapkan mampu mengendalikan, menangani, mengatasi dan mengurai kemacetan dan semrawutnya lalu lintas, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas dan Fatalitas terhadap korban,” katanya.[]

Sumber : akurat.co

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel