Berita

Menyoal Maraknya Parkir Liar di Kota Tangerang

Menyoal Maraknya Parkir Liar di Kota Tangerang
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

TANGERANG – Maraknya parkir liar di beberapa kawasan sentral wilayah Kota Tangerang disoal jejaring Indonesia Corruption Watch (ICW), Tangerang Public Transparency Watch (Truth), pada Minggu (27/9/2020).

Wakil Koordinator Truth Ahmad Priatna menyebut sejumlah area parkir di antaranya kawasan pendidikan Cikokol dan Masjid Raya Al-A’zom di kawasan Pusat Pemerintah Kota (Puspemkot) Tangerang, dan beberapa taman di wilayah setempat.

Menurut Nana sapaan akrabnya, marak pungutan liar (Pungli) di sektor perparkiran menandai lemahnya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dan jajarannya dalam upaya menegakkan ketertiban.

“Seolah ini membenarkan anggapan bahwa lemahnya penertiban dan penegakan hukum di Kota Tangerang,” ujar Nana.

Pria yang juga aktivis lingkungan ini menuturkan, praktik pungli parkir yang sudah berjalan selama beberapa tahun ini terkesan dibiarkan. Seharusnya, Pemkot Tangerang melalui Satpol PP dan Dishub dapat mengatasi permasalahan tersebut.

“Namun anehnya tidak ada sikap tegas yang diambil ataupun langkah konkrit yang dilakukan aparat penegak hukum,” tukasnya.

“Kami menduga ada semacam legitimasi yang diberikan Pemkot terhadap praktik ini. Ataukah memang ada intervensi kekuasaan yang lebih besar, sehingga Pemkot seakan tutup mata,” tegasnya.

Baca juga:  Hindari Calo dan Pungli, Urus Paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangerang Kini Pakai Aplikasi WA

Pihaknya pun mempertanyakan kinerja Satpol PP Kota Tangerang yang sampai hari ini tidak mampu menuntaskan masalah tersebut. Padahal selain ilegal, parkir pungli tersebut sangat meresahkan dan tidak dibenarkan secara aturan.

“Buat apa ada lembaga daerah yang tupoksi-nya menertibkan dan mengamankan, tetapi persoalan pungli parkir terus terjadi, seperti mereka tidak ada atau tidak bekerja,” kata Nana.

Dirinya juga mendorong Pemkot mengambil langkah strategis agar perparkiran dapat dikelola secara benar dan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagaimana diatur dalam Perda Kota Tangerang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum Pasal 19 sampai Pasal 21.

“Bisa dibayangkan berapa besar pemasukan yang didapat dari pengelolaan parkir jika dalam sehari ada 10 ribu kendaraan yang menggunakan jasa parkir liar dengan membayar Rp 2.000,” terangnya.

“Artinya dalam sehari menghasilkan Rp20 juta, kemudian dikalikan 30 hari dan setahun. Bisa sampai 7-8 milyar per-tahun pemasukan daerah hanya dari parkir,” imbuhnya.

Kedepan, lanjut Nana, angka tersebut bisa saja bertambah mengingat banyaknya parkir yang belum dikelola secara resmi di kawasan wisata Kota Tangerang yang ramai dikunjungi masyarakat.

Baca juga:  Kasus Dugaan Pungli, Polisi Periksa Rumini dan Saksi Selama 4 Jam

“Kami menduga tidak adanya political good will dan kreatifitas dari Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dalam memberdayakan potensi dan aset daerah,” pungkasnya.

Diketahui, untuk kawasan pendidikan Cikokol Kota Tangerang, PT. Tangerang Nusantara Global (TNG) sebagai pengelola berencana akan memasang palang parkir otomatis pada akhir Oktober mendatang.

Dirut PT. TNG Edi Candra menilai, kawasan pendidikan Cikokol merupakan wilayah yang tepat untuk bisa diterapkan palang parkir otomatis. Retribusi di wilayah tersebut diperkirakan akan sangat besar.

“Kajian bisnis di Cikokol kalau tidak Covid, sehari bisa capai Rp8 hingga Rp10 juta per harinya,” jelas Candra.

Dalam penerapannya pun PT TNG berencana akan merangkul juru parkir liar yang terdapat di kawasan pendidikan Cikokol untuk menjadi mitranya. Hal itu agar tak ada pihak yang merasa dirugikan.

“Jadi kita akan berdayakan mereka,” tandasnya. (Hmi)

Sumber : beritatanggerang.id

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel