Berita

Lagi, Kades Kena OTT Saber Pungli Akibat Uang Pelicin Sertifikat Tanah

Lagi, Kades Kena OTT Saber Pungli Akibat Uang Pelicin Sertifikat Tanah
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

MALANGTIMES – Membuka awal tahun 2020, Tim Saber Pungli Polres Malang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Desa (kades) Jedong, Kecamatan Wagir, Tekat Wahyudi pada Jumat (24/1/2020) lalu. Penangkapan tersebut menjadi catatan serius bagi para elit pemerintah desa (pemdes), termasuk bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Pasalnya, OTT Saber Pungli terhadap Tekat, bukanlah yang pertama terjadi di wilayah tersebut. Kasus yang terjadi pun bukan hal baru, yakni mengenai pengurusan perizinan akta jual beli dan izin mendirikan bangunan serta pengurusan tanah.

Dari data yang dirangkum MalangTimes, OTT Saber pungli terhadap para kades terjadi setiap tahun.

Di tahun 2017 lalu, terdapat 3 kades yang terjerat pidana melalui OTT Saber pungli. Yakni Bambang Roni Heriawan, Kepala Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, dalam kasus pungli pengurusan akta tanah warisan. Kedua, Usman Junaedi, Kepala Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, terkait pengurusan akta jual beli tanah.

Terakhir, Satgas Saber Pungli Polda Jawa Timur (Jatim) menangkap Kepala Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Mujiono dalam OTT pada November 2017 lalu. Mujiono memungut sebesar Rp 16 juta ke warga yang mengurus akta jual beli tanah.

Baca juga:  Sat Binmas Polres Enrekang Sosialisasi Saber Pungli di Kantor Perpajakan Enrekang

Jejak para kades yang terperosok soal pengurusan tanah itu sempat membuat Pemkab Malang geleng kepala.

Inspektur Kabupaten Malang Tridiyah Maestuti menyesalkan dan mengimbau para kades agar kasus itu tak terulang lagi. “Dari kasus OTT ini, kami berharap menjadi pelajaran bagi kades lainnya untuk bekerja dengan jujur demi kemajuan pembangunan di Kabupaten Malang,” sebutnya.

“Kami sendiri tak henti-hentinya melakukan sosialisasi pemahaman sapu bersih pungli dan pencegahan korupsi,” lanjutnya, saat itu.

Namun, harapan itu masih jauh panggang dari api. Tahun 2018 kembali Tim Saber Pungli melalui OTT menjerat Siswanto, Kades Kalisongo, Kecamatan Dau. Siswanto terkena OTT karena pungli dalam pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT).

Tak kapok dengan penindakan Polres Malang, di tahun 2019 pun hal sama terjadi. OTT kembali berhasil membekuk Mugiono, Kades Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo. Mugiono diringkus Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang, Selasa (12/11/2019) lalu. Dari tangan pria 50 tahun itu, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 20 juta saat meringkus tersangka di sebuah warung makan di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Baca juga:  Terima Rp 20 Juta Dalam Amplop, Pegawai Dishub Disikat Tim Saber Pungli

Objeknya sama dengan tahun-tahun lalu. Kades tiga periode ini terjerembab di persoalan pengurusan sengketa tanah warganya. Walau Mugiono menolak atas dugaan pungli, dan menyebutnya dijebak dalam OTT tersebut.

Tahun 2020, jejak terjungkalnya para kades dalam pengurusan tanah yang menjadi rawan penyalahgunaan di lapangan itu, kembali dibuka dengan tertangkap tangannya Tekat. Dalam OTT kali ini, petugas mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 10 juta dalam amplop cokelat, serta smartphone Samsung A500 yang diduga terdapat transkrip percakapan Tekat.

Kronologis OTT, berawal sekitar pukul 10.28 WIB (24/1/2020), staf korban yang dimintai ‘jatah’ oleh Tekat, bernama Rawi, datang ke kantor desa untuk menyerahkan uang sebesar Rp 10 juta. Tekat beralasan, fee tersebut bakal diserahkan ke Camat Wagir, Hendra Cahyanto.

Sontak saja Hendra membantahnya dikaitkan dengan bukti uang yang diamankan petugas. “Justru saya memerintahkan pada seluruh kades dan staf kecamatan jangan sampai mempersulit pelayanan apalagi meminta imbalan,” ucapnya.

Panjangnya jejak kades terperosok di lubang yang sama akibat uang pelicin sertifikat tanah, apakah akan terus berlanjut di tahun 2020 ini?

Baca juga:  Kejari Maros Jadwalkan Tahap Dua Kasus OTT Dugaan Pungli Hatta

Sumber : malangtimes.com

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel