Berita

Kalau Ada Pungli PPDB 2019 Laporkan ke Disdikbud Balikpapan, Oknum itu akan Dicopot Jabatannya

Hindari Pungli, Kepala Sekolah Harus Taat Dan Tidak Gegabah
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

TRIBUNKALTIM.CO, – Proses pendaftaran pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota telah dimulai hari ini, Senin (1/7/2019).

Masyarakat berlomba-lomba untuk mendaftarkan anaknya ke - yang diinginkan.

Seperti yang banyak dikeluhkan warga, PPDB tahun ini sedikit menyulitkan warga karena terlalu banyak persyaratan dan prosedur yang harus dilalui.

Mulai dari , jalur prestasi atau olahraga, hingga pada proses pendaftaran online yang masih banyak membingungkan masyarakat.

Dengan banyaknya keluhan seperti itu,tidak menutup kemungkinan adanya bermunculan calo-calo atau pungutan liar (pungli) yang mencoba masuk dengan dalih untuk membantu warga yang kesulitan tersebut.

Oleh karena itu, guna menghindari adanya calo atau pungli pada pelaksanaan PPDB tahun 2019 ini, Dinas dan Kebudayaan (Diikbud) kota bersama tim saber pungli, Inspektorat dan membuka posko pemantauan PPDB.

“Kita bersama instansi terkait akan mengawal hingga tuntas proses pelaksanaan PPDB tahun 2019 ini,” ujar Kepala Diikbud kota Muhaimin.
Kepala Diikbud kota Muhaimin, Jumat (28/6/2019) lalu, mengaku telah mengumpulkan kepala di bersama tim saber pungli untuk melakukan sosialisasi dengan RI terkait pemahaman mengenai sumbangan dan pungutan tersebut.

Kepala Diikbud kota Muhaimin juga memastikan tidak ada pungutan liar di PPDB tahun ini. Bhakan ucap dia, didalam aturan juga sudah jelas jika PPDB khususnya di Negeri tidak ada pungutan pembiayaan dalam bentuk apapun.

“Mudah-mudahan tidak ada lah, kan dalam aturan sudah jelas PPDB di negeri tidak ada pungutan pembiayaan,” tegas Kepala Diikbud kota Muhaimin.

Kepala Diikbud kota Muhaimin mengimbau, jika ada masyarakat yang menemukan kepala atau pihak melakukan pungli pada PPDB tahun 2019 ini, ia meminta agar segera dilaporkan ke Diiskbud disertakan dengan bukti-bukti yang valid.

“Kalau terbukti silakan lapor ke Diikbud. Kami yang akan menindak dengan mengusulkan ke Walikota untuk mencopot jabatannya,” pungkas Kepala Diikbud kota Muhaimin. (*)

Sumber : kaltim.tribunnews.com

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel