Berita

Kades di Probolinggo Pungli Rp 120 Juta, Polisi Kantongi Bukti Video

Kades di Probolinggo Pungli Rp 120 Juta, Polisi Kantongi Bukti Video
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

Probolinggo – Polres Probolinggo menerima surat penangguhan penahanan dari kuasa hukum tersangka Ahmad Haris. Ia merupakan kades yang terjerat kasus dugaan pungli jual-beli tanah.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso mengatakan surat penangguhan telah diserahkan kepada pimpinannya. Saat ini masih menunggu hasilnya.

Rizki menjelaskan pihaknya akan mengakomodasi semua keterangan, baik dari tersangka maupun korban. Sebelumnya, kedua pihak memberikan keterangan berbeda saat diperiksa polisi.

Haris mengaku tak pernah meminta imbalan atas jual-beli tanah yang dilakukan warganya. Sementara itu, warga yang menjadi korban, Dur Alim, mengaku dipaksa menyerahkan uang Rp 120 juta oleh tersangka setelah tanahnya laku terjual.

“Tersangka dan korban, memberikan keterangan berbeda. Tentu kami tetap akomodasi semua keterangan kedua belah pihak untuk kasus ini,” terang Rizki, Selasa (29/10/2019).

Menurutnya, sejauh ini alat bukti yang menguatkan dugaan pemerasan atau pungli adalah rekaman video saat tersangka menerima uang dari korban. Uang tersebut diberikan setelah akta jual-beli keluar atau telah ditandatangani.

Kemudian, saat ditemui di kediamannya, Dur Alim, yang merupakan perangkat Desa Jabung Candi, menyampaikan bukan hanya dirinya yang menjadi korban pemerasan atau pungli Kades Haris. Menurutnya, banyak warga Jabung Candi lainnya yang mengalami kasus serupa tapi tak berani melapor ke polisi.

Dur Alim mengaku terpaksa menyerahkan uang Rp 120 juta kepada tersangka. Sebab, bila tidak memberikan uang, akta jual-beli tanah yang ia lakukan tidak akan ditandatangani tersangka.

“Karena itu saya geram, Pak, dan akhirnya melapor ke pihak kepolisian atas tuduhan pemerasan,” ungkapnya.

Dur Alim berharap apa yang dilakukan Haris bisa menjadi pelajaran buat kepala desa lainnya agar tidak main-main soal pengurusan sertifikat tanah.

Haris ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (23/10). Ia langsung ditahan pihak kepolisian hari itu juga. Sehari berselang, kuasa hukum tersangka, Bambang W, mengajukan surat penangguhan penahanan. (sun/bdh)

Sumber : detik.com

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel