Berita

Jika Ada Pungutan Pemasangan Jargas, Laporkan ke Tim Saber Pungli

Jika Ada Pungutan Pemasangan Jargas, Laporkan ke Tim Saber Pungli
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

PALEMBANG, SRIPO — Pengamat Hukum dari Universitas Taman Siswa Palembang, Azwar Agus menyarankan kepada para korban pungutan dari oknum RT dan Kelurahan mengenai pemasangan jaringan gas, segera melapor kepada pihak berwajib.

Perkara yang dilakukan oleh para oknum RT dan pegawai Kelurahan ini menurutnya merupakan tindak pidana pungutan liar (Pungli). Para pelaku pungli bisa dituntut hukuman penjara di bawah lima tahun kurungan.

“Untuk para korban jangan takut, hal ini merupakan tindak pidana. Sekarang kan sudah ada tim saber pungli, jangan ragu untuk lapor,” jelasnya, Jumat (20/3).

Diakuinya, kasus pungli sudah semacam terjadi kebiasaan tidak baik yang terjadi di masyarakat Indonesia khususnya Palembang. Setiap kali ada proyek yang memiliki celah untuk dilakukan pungutan, oknum-oknum tak bertanggung jawab dengan sigap akan mencari mangsa untuk mencari keuntungan pribadi.

“Kalau memang yang melakukan itu oknum kelurahan, ini bisa diusut sampai ke instansinya,” tegasnya.

Diakuinya, untuk memberantas tindak pungli seluruh elemen harus turut andil. Masyarakat harus mengawasi pekerjaan yang ada di sekitar, sementara aparat harus siap menindak jika ada laporan pungli di masyarakat.

Baca juga:  Polisi tolak penangguhan penahanan tersangka pungli BLT

“Kadang laporan ini sering tidak ditindaklanjuti. Ini yang membuat masyarakat malas lapor. Jadi, konsepnya masyarakat yang mengawasi aparat menindak. Jika hal demikian diterapkan maka pungli ini perlahan hilang,” kata Azwar.

Sebelumnya diberitakan, tak sedikit calon pelanggan yang tiba-tiba galau hingga tak berminat untuk pemasangan jaringan gas (Jargas) di Kota Palembang karena beberapa alasan. Salah satu alasan masyarakat enggan memasang jargas lantaran mereka sering dipungut uang pasang hingga jutaan rupiah oleh oknum RT dan kelurahan setempat.

Pungutan liar tersebut cukup meresahkan masyarakat kota pempek, sebab dari pihak terkait menetapkan gas alam itu gratis biaya pemasangan hanya cukup membeli token Rp 20 ribu.

Tika, seorang warga Puncak Sekuning Palembang mengaku di kampungnya sudah sebagian warga yang telah memasang jargas di rumahnya. Namun ia sampai saat ini masih berpikir ulang melakukan pemasangan, lantaran RT tempatnya tinggal meminta uang Rp 3,5 juta kepadanya jika ingin dilakukan pemasangan jargas.

“Kalau saya sampai sekarang belum mau masang. Karena RT kami minta uang Rp 3,5 juta, padahal kan biaya pasang itu gratis,” jelasnya. (oca)

Baca juga:  Pungli Preman di Palembang Bikin Sopir Resah, Polisi Turun Tangan

Sumber : palembang.tribunnews.com

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel