Berita

Idil Terancam 4 Tahun Penjara

Minggu Ini Polisi Bakal Panggil Semua Saksi Terkait Kasus Dugaan Pungli Di Sdn Pondok Pucung 02
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

PALOPO — Idil Borahima, Kepala Kelurahan Pentojangan, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, telah resmi dijadikan tersangka.

Itu artinya proses hukum dugaan pungli yang melilit oknum pejabat tersebut bakal berlanjut ke meja hijau.

Kasat Reskrim Polres Palopo AKP Ardy Yusuf mengatakan penetapan tersangka berdasarkan bukti dan keterangan saksi. Bahkan jauh sebelumnya Presiden RI juga telah mengeluarkan Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar atau lebih dikenal dengan istilah saber pungli.

Lanjut dikatakannya, bahwa pungli adalah penyalahgunaan wewenang, tujuannya untuk memudahkan urusan atau memenuhi kepentingan dari si pembayar pungutan. “Jadi pungli pada umumnya terjadi pada tingkat lapangan, dilakukan secara singkat dengan imbalan langsung, biasanya berupa uang,” ungkapnya, Selasa 16 Juli 2019 kemarin.

Ditegaskan Kasat Reskrim, sesuai Undang-undang, maka tersangka Idil Barohima dijerat Pasal 378 KUPidana dengan ancaman 4 tahun penjara.

Tentunya, tidak berbeda jauh dengan isi pesan pasal 12 e Undang-undang 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dimana pelaku pungli diancam pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dengan denda 200 juta sampai dengan 1 miliar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Idil Borahima (55) dijadikan tersangka kasus pungutan liar atau pungli prona. Penetapan tersangka, Senin 15 Juli 2019 lalu.

Modus kejahatan yang dilakukan Lurah Pentojangan dengan menyampaikan kepada kelompok tani akan adanya pengurusan sertifikat tanah.

Setiap orang yang mau mengurus dibebankan biaya Rp350 ribu per orang untuk biaya patok dan materai.

Adapun kelompok tani di Pentojangan berjumlah 27 orang. Namun tidak semua yang mengurus sertifikat tanah, tapi jumlah uang yang terkumpul dan masuk kedalam khas lurah sebanyak Rp7,8 juta.

Setelah uang terkumpul sertifikat Prona yang dijanjikan tak kunjung ada. Sehingga kelompok tani mengambil inisiatif untuk melaporkan peristiwa itu ke Polres Palopo. (him)

Sumber : palopopos.fajar.co.id

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel