Berita

DPP Laki P. 45 Laporkan Dugaan Pungli Satpas Brebes Lewat WhatSapp Pengaduan Saber Pungli Mabes Polri.

DPP Laki P. 45 Laporkan Dugaan Pungli Satpas Brebes Lewat WhatSapp Pengaduan Saber Pungli Mabes Polri.
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

BREBES, JATENG NEWSMETRO.CO – Tiga hari usai perayaan HUT RI ke 72, tepatnya 20 Agustus 2018, masyarakat dihebohkan dengan kasus penangkapan Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan oleh Tim Satgas Saber Pungli Mabes Polri terkait kasus Pungli pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Dikutip dari KOMPAS.CO edisi Tahun 2018 silam, Kabid Humas Polda Jatim saat dijabat Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, operasi tangkap tangan terhadap Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan bermula dari tertangkapnya lima calo, yakni Har (36) Bud (43), Dwi (30) Alex (40) Yud (34) pada Sabtu (18/8/2018) dan seorang anggota PNS berinisial An.

Mereka ditangkap berdasarkan laporan dari warga tentang masih adanya dugaan praktik pungli SIM di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Kediri.

Menurut informasi, setiap pemohon SIM dikenakan biaya di luar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang bervariasi, mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 650.000 per orang tergantung jenis SIM yang dilakukan oleh anggota Satpas SIM Polres Kediri dengan para calo.

Modusnya setiap hari para calo menyetorkan uang pungli di luar (PNBP) kepada AN, seorang PNS. Kemudian dari AN, dilaporkan ke Baur SIM Bripka Ik. Nantinya setelah direkap sejumlah uang tersebut akan didistribusikan kepada Kapolres, Kasatlantas, KRI, Kas dan Baur SIM.

Untuk setiap anggota Satpas, menerima uang hasil pungli setiap hari sekitar Rp 300.000 dari seorang PNS AN. Selain itu, uang diduga juga disetor ke Kapolres dengan nominal mencapai Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per minggu. Sementara itu, setoran uang juga ke Kasat Lantas dengan nilai Rp 10-15 juta dan KRI serta BAUR SIM senilai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

Baca juga:  Oknum ASN Diduga Lakukan Pungli, APIP Raja Ampat Segera Berikan Sanksi

Dari OTT tersebut, tim menyita barang bukti berkas pemohon SIM, rekapan pungutan di luar PNBP, dan uang hasil pungutan di luar PNBP sejumlah Rp 71,177 juta.

Namun, Operasi Tangkap Tangan Kapolres Kediri ini nampaknya tidak membuat oknum polisi di Satpas Brebes takut ataupun jera. Malah sebaliknya semakin menggila.

Dari Hasil Investigasi NEWSMETRO.CO Kamis pagi (27/8/2020) sekira jam 08.00 WIB di SATPAS tersebut, terlihat para calo dengan terang terangan menghadang dan menawarkan proses cepat kepada para Pemohon SIM yang hendak memarkirkan kendaraan.

Harga yang ditawarkan Para Calo bervariasi, salah satu calo berinisial YT menerangkan bahwa untuk SIM A biayanya sebesar Rp. 850.000, sedangkan SIM C Rp.730.000, dan SIM B Rp.1,5jt.

Harga yang sudah ditawarkan pun sudah tidak dapat ditawar lagi, para calo tersebut mengaku bahwa harga setoran ke salah satu Oknum Petugas SATPAS berinisial KLS cukup besar.

“Harga sudah gak bisa nego mas, saya setorannya gede ke dalem, setoran saya aja Untuk SIM C Rp. 700.000 sedangakan untuk SIM A Rp. 730.000, kita ambil untung mah gak banyak, terangnya.”

Parahnya lagi selain calo diluar, nyatanya beberapa oknum Petugas SATPAS tersebut mulai dari oknum berseragam PNS Polri, hingga Petugas Berseragam lengkap tanpa malu melakukan aksi percaloan dengan komunikasi menggunakan Handphone pribadi.

Besaran biaya yang diminta oleh Oknum Petugas SATPAS Brebes tersebut pun jika dikalkulasi layaknya para calo yang berada di parkiran luar SATPAS Brebes.

Salah satu Oknum Petugas SATPAS Brebes berinisial ND ini juga secara terang terangan menjelaskan biaya dan proses yang diluar prosedur itu.

Baca juga:  Sekolah Dilarang Lakukan Pungutan Liar

“Untuk Biaya SIM A 650 ribu mas, itu diluar biaya kesehatan, Asuransi, Sidik Jari, dan tes Psikologi. Untuk Proses tidak Perlu ikut teori dan Praktek, tinggal Photo dan tunggu sekitar 1 jam SIM langsung ambil bawa pulang, terang ND”

Di sisi lain dari pantauan NEWSMETRO.CO Memang Tampak jelas sekali di SATPAS Brebes tersebut sejak Pukul 08.00 WIB area Praktek baik Kendaraan Roda dua maupun Roda empat, sama sekali tidak digunakan hingga SATPAS Tersebut tutup.

Sedangkan cukup banyak Masyarakat atau Pemohon SIM yang ketika diwawancarai NEWSMETRO.CO mengatakan sedang membuat SIM baru.

Sebut saja Wili, salah seorang Pemuda yang sedang mengurus SIM A baru, mengakui bahwa dirinya dimintai dana sebesar Rp. 850.000 , dengan di imingi proses cepat oleh Oknum Petugas SATPAS Brebes berinisial ND.

Wili mengaku cukup kesusahan untuk mencari biaya sebesar itu yang dirinya hanyalah seorang pengangguran. Hal tersebut pun diamini oleh beberapa masyarakat yang sedang menunggu pengambilan SIM. Mereka mengaku kewalahan dengan ditambahnya situasi Pandemi seperti ini.

“Habis gimana mas, kalau saya gak buat SIM saya sering kena tilang dijalan, apalagi sekarang ini banyak Razia dimana-mana. Kalau gak pakai motor, bagaimana saya bisa cari nafkah untuk anak istri disaat sulit begini,ujar salah satu Pemohon SIM”

Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Putri Noer Cholifah ketika diwawancara di Ruang Kapolres Brebes menyangkal adanya hal tersebut. Dirinya mengatakan semenjak dirinya menjabat Kasat Lantas, SATPAS Brebes bersih dari aksi Percaloan.

“Yang sudah berjalan selama ini baik mekanisme dan biaya sudah ditetapkan sesuai aturan yang berlaku, tidak ada pungutan diluar PNBP, dan untuk teori dan praktek tetap diterapkan dan berjalan baik,”paparnya.

Baca juga:  DETEKSI DAN IDENTIFIKASI PUNGLI DI BIDANG PELAYARAN DAN PERIKANAN TERUS DIGIATKAN

Ditempat yang sama Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto pun mengatakan hal yang sama, dirinya menyangkal akan adanya Dugaan PUNGLI yang terjadi di wilayahnya.

“Jika ada baik Calo atau pun anggota saya yang melakukan Pungli, kasih tau ke saya nama dan buktinya, saya gak akan segan segan untuk Mutasi dan tindak Disiplin anggota saya dan saya tidak main main,”Tegas Kapolres kepada awak media ini.

Pada kesempatan ini akan kami sampaikan kepada masyarakat, khususnya Jawa Tengah bahwa biaya pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) telah diatur pada Peraturan Pemerintah (PP) No.60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Adapun biaya penerbitan atau atau pembuatan SIM baru sebagai berikut. Untuk SIM C Rp.100.000, SIM A Rp. 120.000, SIM B1 Rp. 120.000 SIM B2 Rp. 120.000 diluar biaya kesehatan. Biaya pembuatan Ke empat golongan SIM ini belum termasuk biaya kesehatan.

Untuk memutus mata rantai aksi dugaan PUNGLI di Satpas Polres Brebes, dan agar tidak memakan korban lebih banyak lagi, berita yang dirilis Tim NEWSMETRO.CO tertanggal 27 Agustus 2020 dengan Judul LAGI, DUGAAN PUNGLI MERAJALELA DI JATENG. BIAYA SIM DI BREBES HINGGA “850 RIBU.”

Temuan tersebut akhirnya pada Senin (28/8/2020) sekira jam 00.23 WIB, langsung dibagikan Wasekjen DPP LASKAR ANTI KORUPSI PEJUANG 45 Johnny Kuron lewat WhatSap pengaduan yang disediahkan TIM SATGAS SABER PUNGLI MABES POLRI dan juga dikirim kepada Deputi V Kemenkopolhukam yang membidangi masalah PUNGLI. (TIM)

Sumber : newsmetro.co

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel