Berita

Ditunggangi Keempat Orang Ini, Dunia Pendidikan Simalungun Marak Pungli Terstruktur dan Masif

Ditunggangi Keempat Orang Ini, Dunia Pendidikan Simalungun Marak Pungli Terstruktur dan Masif
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

Simalungun, Lintangnews.com | Di balik dunia pendidikan Kabupaten Simalungun, tak hanya pengadaan pakaian olah raga untuk siswa-siswi SD dan SMP Negeri/Swasta se Kabupaten Simalungun yang menjadi bisnis.

Akan tetapi ada juga bisnis album raport untuk siswa-siswi SD dan SMP.

“Sebentar lagi ada juga dimainkan pengadaan raport siswa,” ungkap sumber melalui sambungan telepon seluler, Kamis (24/10/2019).

Sebagai pemasok album raport itu adalah TT merupakan ipar dari Bupati Simalungun, JR Saragih, namun ditolak.

“Bukan dia (TT). Karena, ditolak sama Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Elpiani Sitepu. Gak dihargai lagi Bupati,” tegas sumber.

Diduga TT ditolak karena 3 orang pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Simalungun diantaranya, Lambok Gultom merupakan Kasi Kurikulum SD, Janulingga Damanik sebagai Kabid SD dan Orendina Lingga sebagai Kabid SMP.

“Karena, orang itu bertiga pemainnya. Lambok Gultom dan Janulingga pengadaan album raport untuk siswa SD. Sementara Orendina mempasok album raport siswa SMP. Boru Tepu (Kadisdik) yang menyetir,” sebut sumber seraya minta identitasnya dirahasiakan.

Sebelumnya, seorang pengusaha yang mempasok pakaian olah raga saat ditemui di warung kopi di Kota Siantar, Rabu (23/10/2019) menyebutkan, TT pernah bertemu dengan, Elpiani Sitepu untuk meminta izin sebagai pemasok album raport.

“Sudah pernah dijumpainya Kadis, tetapi ditolak karena harus ada duluan KW (Kewajiban). Takut ditembak KW Kadis. Makanya, sewaktu jumpa orang itu, dibilang Kadis ini bisnis,” jelasnya, menirukan ucapan Kadis kepada TT.

Sementara, TT saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Kamis (24/10/2019) sekira pukul 18.39 WIB mengaku bukan sebagai pemasok. “Gak ada aku main,” ucapnya.

Terpisah, Kasi Kurikulum SD, Lambok Gultom saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Kamis (24/10) sekira pukul 19.52 WIB tak aktif. Pesan singkat dilayangkan via WhatsApp (WA) tak ada balasan dan langsung melakukan pemblokiran.

Diberitakan sebelumnya, dari bisnis pakaian olah raga murid SD dan SMP bermotifkan gorga Simalungun yang dipasok sejumlah pengusaha setelah penerimaan siswa baru pada bulan Juli 2019.

Kadisdik dan masing-masing Korwil (Koordintor Wilayah), Pengawas dan Kepala Sekolah (Kepsek) SD serta SMP se Kabupaten Simalungun diduga mendapatkan jatah dari pakaian olah raga itu. (Zai)

Sumber : lintangnews.com

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel