Berita

Diduga Palak Petani yang Urus SKGR Tanah, Lurah di Pelalawan Jadi Tersangka

Diduga Palak Petani yang Urus SKGR Tanah, Lurah di Pelalawan Jadi Tersangka
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

Merdeka.com – Lurah Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Edi Arifi ditetapkan sebagai tersangka. EA terjerat dugaan kasus gratifikasi atau korupsi dalam pengurusan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) tanah di Desa Sering, Pelalawan, Riau.

“Tersangka EA turut serta melakukan tindak pidana pemerasan dalam jabatan dan atau gratifikasi dalam hal proses penerbitan SKGR atas tanah kelompok tani parit guntung dengan cara meminta biaya penerbitan SKGR sebesar Rp2.000.000 per persil surat atau 2 hektar,” kata Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Teddy Ardian, Jumat (22/11).

Penetapan Edi sebagai tersangka setelah polisi melakukan pengembangan dan penanganan kasus pemerasan yang diduga dilakukan mantan Kepala Desa (Kades) bernama M Yunus yang sudah terlebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya diduga terlibat dalam pemeran yang dikategorikan sebagai korupsi terkait pengurusan SKGR tahun 2014 lalu.

“EA diduga ikut menikmati hasil dari tindakan korupsi yang dilakukan MY. Penyidik telah memeriksa EA sebagai tersangka kedua,” ucap Teddy.

Dalam berkas tersangka M Yunus, status Edi masih sebagai saksi. Kemudian dilakukan pendalaman peranan Edi hingga ditemukan dua alat bukti untuk menjeratnya sebagai tersangka.

“Tidak ditahan. Alasan subyektif penyidik bahwa yang bersangkutan tidak akan melarikan diri. Dia juga tidak akan menghilangkan barang bukti karena seluruh barang bukti sudah disita. Serta tidak mengulangi perbuatannya,” jelas Teddy.

Edi dijerat Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 11 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. (mdk/noe)

Sumber : merdeka.com

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel