Berita

Bulan Depan Dishub Kudus Terapkan Sistem E-KIR untuk Cegah Pungli

Lebaran Betawi Di Monas Marak Pungli
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

KOTA – Maraknya praktik pungutan liar (Pungli) membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus menerapkan uji laik kendaraan elektronik (e -KIR) bulan depan. Langkah ini diputuskan, ketika Bank Jateng selaku penyedia jasa telah audiensi dengan Pemkab Kudus.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus Abdul Halil menyatakan, dengan adanya sistem pembayaran nontunai ini diharapkan bisa mengurangi praktik pungli. Sekaligus memberikan pelayanan yang mudah, cepat, efisien, dan transparan kepada masyarakat.

Meninjau kesiapannya, Halil menyatakan sudah siap terkait perlengkapan sistem ini. Mulai dari website, aplikasi, dan server. Dia menyatakan layanan e- KIR ini bisa diujikan paling cepat pada awal bulan Agustus. Jikapun molor batas waktu terakhir akan diterapkan pada 17 Agustus 2019. Tujuannya, agar tak terjadi kebingungan sopir yang menguji kendaraannya. Maka dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sosialisasi sistem ini.

”Sistem e- KIR juga diharapkan bisa meningkatkan kepatuhan kepemilikan kendaraan,” ungkap Halil.

Sementara itu Kepala Cabang Bank Jateng Cabang Kudus Hery Supriyanto mengungkapkan, untuk pelayanan e- KIR diterapkan melalui beberapa cara pembayaran. Teknisnya bisa melalui transfer lewat Anjungan Tunai Mandiri (ATM), M- Banking, melalui teller dan lewat mesin Electronic Data Capture (EDC). Pembayaran ini juga bisa diterapkan melalui selain rekening Bank Jateng.

Dia juga menegaskan, saat penyetor pembayaran harus sesuai dengan nominal yang sesuai dengan tagihan. Semisal tagihan menunjukan Rp 40 ribu, harus dibayar sesuai instruksi. Jika dilakukan lebih maupun kurang sesuai, sistem akan otomatis menolak pembayaran.

”Setelah melakukan pembayaran, bukti transaksi dibawa saat akan melakukan uji kendaraan,” ungkapanya.

Bupati Kudus M Tamzil menanggapi adanya layanan e- KIR ini bisa memudahkan proses pembayaran non tunai. Dengan ini pemilik kendaraan tidak dirugikan dengan adanya Pungli. Namun demikian untuk teknis pelayanan uji kelaikan kendara butuh waktu. Pasalnya kendaraan harus keluar masuk diperiksa.

”Adanya layanan ini bisa memberantas aspek pungutan liar,” harapnya.

Selain itu penerapan pembayaran secara nontunai bisa menyasar ke sektro lain. Tamzil berharap dengan kerja sama dengan Bank Jateng, retribusi seperti Pedagang Kaki Lima (PKL) dan retrebusi sampah. Manfaatnya juga dirasakan warga agar terhindar dari pungli. (gal)

(ks/mal/top/JPR)

Sumber : radarkudus.jawapos.com

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel