Berita

Bangun Paradigma Bebas Pungli, Satgas Saber Pungli Sosialisasi di FH Universitas Udayana

Bangun Paradigma Bebas Pungli, Satgas Saber Pungli Sosialisasi di FH Universitas Udayana
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Pusat menggelar Sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) nomor 87 tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Rabu (16/10/2019).

Sekretaris Saber Pungli Pusat, Irjen Pol Widiyanto Poesoko menjelaskan alasan dipilihnya Universitas Udayana sebagai tempat sosialisasi.

Dikatakannya, kegiatan ini merupakan program ‘Goes to Campus’ ketiga tahun 2019.

Sebelumnya acara serupa telah dilaksanakan di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada bulan Juli.

Kedua, pada Agustus lalu telah dilaksanakan di Universitas Brawijaya Malang.
Selanjutnya dilaksanakan di Universitas Udayana Denpasar.

“Tujuannya mengenalkan Perpres nomor 87 tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli,” kata Widiyanto.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menjelaskan titik-titik rawan terjadinya kasus pungli.

Bahkan, sejak manusia lahir sudah ada pungli, yakni ketika mengurus surat tanda lahir, mulai RT/RW, kelurahan, kecamatan sampai Dinas Dukcapil rentan terjadi pungli.

Berikutnya, ketika anak-anak mulai bersekolah, pungli justru semakin banyak.

“Di sekolah memang ada Permendikbud 75 tahun 2016 yang mengatur tentang Komite sekolah. Ada pungutan-pungutan yang dibolehkan, tetapi ada juga pungutan yang tidak dibolehkan,” ujarnya.

Dan setelah dewasa, saat ingin mengurus surat-surat seperti KTP dan SIM juga
ditemukan adanya pungli.

Atau saat mencari pekerjaan dan promosi jabatan, tidak lepas dari pungli.

Adapun tujuan dibentuknya Satgas Saber Pungli untuk membangun suatu paradigma bahwa semua pihak harus bebas pungli, baik sebagai pemberi maupun penerima.

Widiyanto berharap mahasiswa Universitas Udayana setelah lulus nanti tidak bermain-main dengan pungli.

Terlebih saat ini, kata dia, Universitas Udayana dinyatakan sudah bersih atau clear dari pungli karena tidak ada laporan yang masuk ke Satgas Saber Pungli Pusat terkait Unud.

“Jadi sampai saat ini tidak ada laporan dari masyarakat atau mahasiswa tentang Universitas Udayana bahwa di sini ada pungli, tidak ada,” imbuhnya.

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan hati-hati dengan pungli, bahkan pungutan Rp 10 ribu pun akan dikejar.

Pungli ini juga sudah masuk pada tataran masyarakat bawah, jumlahnya bisa Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, atau Rp 10 ribu, dan itu sering sekali terjadi.

“Kita parkir tidak memakai tiket. Itu sudah masuk pungutan ;iar. Yakni memungut tanpa dasar hukum yang jelas,” ujarnya menyontohkan.

Satgas Pungli bukanlah didominasi polisi, melainkan ada 9 kementerian yang ikut bergabung di dalamnya, antara lain Kemenkopolhukam, Polri, Kejaksaan Agung,

Kemendagri, Kemenkumham, PPATK, Ombudsman, BIN dan Polisi Militer.

Ia juga menjelaskan perbedaan korupsi dan pungli, yaitu korupsi pada umumnya menjadi kerugian negara, sedangkan pungli lebih banyak merugikan masyarakat.

“Kalau pejabat korupsi, mungkin kita tidak terasa. Sedangkan kalau dipungli atau dipalak langsung kita terasa,” tandasnya.

Modus pungli pun ada berbagai macam.

Ia menceritakan saat dulu menjadi mahasiswa dan sedang mengajukan skripsi, ada dosen menanyakan mau ditanda tangani kapan, apakah mau cepat atau lambat.

Kalau ingin cepat dosen meminta bolpoin merek Mount Black yang harganya mahal.

“Ini juga disebut sebagai pungli,” ucapnya.

Satgas Saber Pungli dibentuk presiden sehingga pimpinan tertingginya adalah presiden, sedangkan pengendalinya adalah Menkopolhukam.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana, Prof Dr I Made Arya Utama menyambut baik diselenggarakannya sosialisasi dari Satgas Saber Pungli, dan berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sampai sosialisasi saja.

“Kami akan terus menggalang dan bekerjasama dengan (Satgas Saber Pungli) pusat dan daerah, karena ada beberapa dosen kami yang masuk anggota Satgas Saber Pungli di daerah,” ujarnya.

Ia menyampaikan, di sekeliling mahasiswa pasti masih saja didapati Pungli.

Maka dari itu hal-hal yang berkaitan dengan itu dapat ditanyakan kepada Satgas Saber Pungli apa yang menjadi solusi terbaiknya.
(*)

Sumber : bali.tribunnews.com

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel