Berita

Aktivis Desak Disnaker Tanjungbalai Tindaklanjuti Dugaan Pungli di Gudang Horas

By 22 September 2020September 24th, 2020Tidak ada komentar
Aktivis Desak Disnaker Tanjungbalai Tindaklanjuti Dugaan Pungli di Gudang Horas
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

FaseBerita.ID – Aktivis pergerakan Mahasiswa Masyarakat AsahanTanjungbalai (PERMMAI) mendesak pihak Dinas Ketenagakerjaan Kota Tanjungbalai menindaklanjuti dugaan pelanggaran di gudang Horas di Jalan baru Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai.

Sebelumnya pada hari Selasa (1/9/2020), petugas dari Dinas Ketenaga kerjaan Kota Tanjungbalai ingin melakukan sidak serta melakukan klarifikasi kepada perusahan atas laporan masyarakat tentang dugaan pelanggaran undang-undang ketenaga kerjaan.

Sementara itu tiba di lokasi muka besi pagar Gudang Horas, tiba-tiba datang seorang yang mengaku sebagai oknum dari humas pihak Gudang Horas dan menghadang petugas Dinas Ketenaga kerjaan untuk masuk ke dalam areal perusahaan untuk bertemu dengan pimpinan. Pria yang mengaku Humas perusahaan itu mengajak petugas berbicara ke sebuah warung nasi yang berada di depan gudang.

Menyikapi hal tersebut Ketua PERMAI Ahmad Fauzi Hasibuan, Jumat (11/9/2020) mengatakan, menurutnya apa yang terjadi di Gudang Horas bukan sesuatu hal yang wajar.

“Kita menduga dugaan perampasan hak bagi pekerja seperti durasi waktu kerja yang melebihi jam kerja dan tidak dihitung lembur, kemudian dugaan tidak adanya upaya pihak pengusaha untuk mendaftarkan pekerjanya agar memiliki BPJS Ketenagakerjaan, kemudian dugaan tidak adanya Jaminan keselamatan kerja bagi pekerja di Gudang Horas,” katanya.

Baca juga:  Polwan Penerima Suap Dorfin juga Diduga Kerap Lakukan Pungli

Dijelaskan Ahmad, selain itu UU No 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan Pasal 91 ayat 184 dan 185, mengatur ketentuan pidana apabila terbukti melakukan perampasan hak dan tidak memenuhi hak-hak bagi pekerjanya maka pihak pengusaha wajib mempertanggung jawabkannya di hadapan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Kita menduga masih banyak dugaan pelanggaran lain. Seperti misalnya Instalasi Pengelolan Air Limbah (IPAL) yang dihasilkan industri, atau mungkin adanya indikasi pelanggaran SIUP, UKL, UPL dan kita tidak tahu apakah pihak pengusaha Gudang Horas telah memenuhi persyaratan sesuai dengan anjuran pemerintahan dan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

“Sangat disayangkan dalam hal ini pihak Disnaker terkesan tidak serius. Disnaker harus segera mungkin memeriksa segala bentuk dugaan pelanggaran ketenagakerjaan yang terjadi di Gudang Horas. Harapan kita kalau memang Disnaker tidak bisa memiliki kewenangan untuk masuk ke dalam dan dihalang halangi, silahkan bawa persoalan ini ke provinsi dan kita akan siapkan laporan terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan yang dilakukan oleh pihak Gudang Horas,” tambah Ahmad. (ck04)

Baca juga:  Pesan SaberMan : Tugas dan Fungsi Satgas Saber Pungli

Sumber : faseberita.id

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel