Berita

AGUNG MAKBUL: PELAKU PUNGLI DAPAT DIKENAI DUA PASAL KUHP

AGUNG MAKBUL: PELAKU PUNGLI DAPAT DIKENAI DUA PASAL KUHP
#SaberPungli #StopPungli #IndonesiaBersihPungli #BangSaber #SaberMan

PANGKALPINANG – Setidaknya dua pasal Kitab Undang Undang Hukum Pidana dapat dikenakan pada pelaku praktik pungutan liar atau pungli, yaitu Pasal 368 dan Pasal 423. Pasal 368 ancaman hukumannya penjara maksimal sembilan tahun, sedangkan Pasal 423 ancaman hukumannya pidana penjara selama-lamanya enam tahun.

Peringatan itu disampaikan Sekretaris Satuan Tugas Sapu Bersih Pungli (Satgas Saber Pungli), Irjen Pol Agung Makbul di Pangkalpinang, Bangka Belitung, belum lama ini. Pasal 368 KUHP subjeknya perseorangan, sementara Pasal 423 KUHP subjeknya pegawai negeri, jelasnya pada kegiatan sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli.

Kegiatan itu diselenggarakan Kelompok Kerja Pencegahan Satgas Saber Pungli bekerja sama dengan Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Provinsi Bangka Belitung.

Pungli yang dilakukan pegawai negeri, menurut Makbul, dilakukan dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Pegawai negeri ini menyalahgunakan kekuasaannya memaksa orang lain melakukan suatu pembayaran, memotong suatu pembayaran untuk kepentingan pribadi, jelasnya.

Baca juga:  Kok Masih Ada Pungli, Pengurangan Isi Dan Salah Sasaran

Ia tegaskan bahwa Presiden melalui peraturan tersebut menugaskan Satgas Saber Pungli memberantas pungli. Satgas diminta untuk bertindak tegas, terpadu, efektif, efisien, dan membuat para pelakunya jera.

Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, Makbul menegaskan birokrasi panjang pada sentra-sentra pelayanan publik perlu dipangkas. Pejabat yang terbukti melakukan pungli direkomendasikan untuk dicopot jabatannya.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri Kasatgas Saber Pungli, Kapolda Bangka Belitung, Muspida Bangka Belitung, Ketua UPP Provinsi Bangka Belitung, Rektor IAIN Bangka Belitung, dan Anggota Ombudsman, Ninik Rahayu (secara virtual).

(Tim Media Saber Pungli)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel